Tampilkan postingan dengan label KURNIA DYAH IRAWATI-D1810048. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KURNIA DYAH IRAWATI-D1810048. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

Gratifikasi, Dalam Pegawai Negeri

Gratifikasi merupakan "pemberian" dalam arti luas meliputi: pemberian uang, barang, discount, komisi, pinjaman tanpa bunga dan fasilitas lain yang berhubungan dengan jabatan seorang pegawai negeri.
Gratifikasi dapat diancam dengan pidana suap.
Berdasarkan batasan gratifikasinya, hampir dapat dipastikan semua PNS tau penyelenggara negara menerima suap selama melakukan tugas sebagai pelayanan publik. Namun tidak semua gratifikasi dapat memenuhi unsur dapat diancam pidana apabila gratifikasinya tidak bertentangan dengan tugasnya.
Gratifikasi tidak memenuhi unsur pidana karena unsur berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajibannya.
Misalnya saat lebaran, budaya pemberian parsel kepada seorang pejabat PNS banyak dilakukan, parsel tersebut diberikan mungkin dalam hal pekrjaan, tapi tidak otomatis pemberian parsel harus ditafsirkan ada unsur berlawanan denga tugasnya. jadi pemberian suap dalam pengertian ini aalah jika gratifikasi itu terjadi yang berlawanan dengan tugas selaku PNS.
Ancaman pidana suap dalam gratifikasi, memang sangat diperlukan karena tidak sedikit PNS yang menerima janji untuk melakukan sesuatuyang berlawanan dengan tugasnya.
Bila mengingat budaya kita yang senang mewujudkan rasa syukur dengan memberi karena merasa tertolong kemudian ia memberikan sesuatu kepada pajabat/ PNS dimana pemberian itu tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi yang bersangkutan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan tugasnya, maka pegawai tersebut tidak dapat disebut telah menerima gratifikasi.

Jumat, 08 Juni 2012

Mammografi, Bagian terpenting Deteksi Dini Kanker Payudara


Apakah mammografi itu??

mammogarfi adalah pemeriksaan foto dengan dosis rendah sinar-X pada payudara yang dapat mendeteksi kanker payudara walaupun belum teraba benjolan pada payudara. Gambaran yang dihasilkan Mammografi dapat melihat struktur bagian jaringan payudara dengan jelas.

Kapan diperlukan Mammografi??

Mammografi biasanya dianjurkan oleh dokter anda untuk:
- Evaluasi
Bila terdapat kelainan pada payudara, misalnya rasa nyeri pada payudara, terasa benjilan pada payudara atau pada kelenjar getah bening ketiak, terjadi perubahan warna / bentuk / konsistensi pada payudara dan Keluar cairan yang tidak normal dari puting payudara, klit atau puting.

- Deteksi Dini
Untuk mendeteksi kanker payudara walaupun tidak ada gejala sebagai bagian dari check up rutin

Bila terasa benjolan pada payudara atau kelainan payuddara yang lain, Mammografi membantu dokter apakah benjolan tersebut jinak atau ganas dan membantu menentukan lokasi pertumbuhan tumor. Yang lebih penting Mammografi dapat memabantu menentukan terapi yang diperlukan selanjutnya.

Apakah Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara??

Jika kanker payudara ditemukan lebih dini, kesempatan untuk sembuh dari kanker ini adalah sangat tinggi dan pengangkatan atau pembuangan terhadap payudara dapat lebih jarang terjadi. Pada umumnya tumor yang lebih kecil, lebih mudah diangkat yaitu tumornya saja.

Mengapa Dipilih Mammografi??

Penelitian di Amerika, Swedia, dan Inggris telah didapatkan bahwa Mammografi sangat berguna untuk deteksi kanker payudara terutama bila dikerjakan bersama-sama dengan pemerikasaan fisik penderita.

Dengan Mammografi, kematian penderita akibat kanker payudara dapat diturunkan sebanyak 30%.


Jumat, 01 Juni 2012

Sekilas Tentang Jurnalistik


Sekilas Tentang Jurnalistik

PERS RELEASE...

Apa sih sebenarnya JURNALISTIK itu??

Jurnalistik bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatn dari peliputan sampai kepada penyebaran kepada masyarakat. Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak, elektro, dan belakangan berkembang jurnalistik online.

SEKILAS tentang JURNALISTIK..

check it out..


Karya jurnalistik mulai dibuat sejak zaman mesir kuno yakni ketika peradaban menulis mulai berkembang. Peninggalan karya jurnalistik tertua diperkirakan berusia 1.500 SM berupa manuskrip hieroglypy di daun papyrusdan relief dinding batu di sebuah kota megodo. Jurnalistik sebagai ilmu mulai berkembang sejak abad XV bersamaan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg.
Di Indonesia, jurnalistik modern mulai menemukan bentuknya sejak era kebangkitan nasional 1908. Namun jauh sebelumnya, telah muncul karya-karya pujangga yang bisa dikatakan sebagai karya juranlistik sebut saja babad. Ada babad Mataram, babad Diponegoro, dan lain sebagainya. Pada era kebangkitan nasioanal media massa dipakai sebagai sarana komunikasi untuk menyebarkan semangat baru pejuang. Media yang lahir ketika itu misalnya Boemipoetra di Jakarta, Peewarta Deli Medan, dan lain-lain.

BERITA..

 
Berita berdasarkan ada laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (actual), laporan mengenai fakta-fakta yang actual, menarik perhatian, dinilai penting dan luar biasa. Berita bisa dibedakan menjadi straight news atau berita lempang serta pula disebut sebagai hard news. 
Disamping itu, dikenaljuga jenis berita yang dinamakan fature atau berita kisah. Jenis ini lebih bersifat naratif, berkisah mengenai aspek-aspek insane (human interest). Sebuah “falture” tidak terlalu berkait pada nilai-nilai berita dan fakultas.ada lagi yang dinamakan berita investigasi (investigasi news), berupa hasil pendidikan seorang atau satu tim wartawan secara lengkap dan mendalam pelaporannya.

SUMBER BERITA..


Hal penting lain dibutuhkan dalam sebuah proses jurnalistik adalah pada sumber berita. Ada beberapa petunjuk yang dapat membantu pengumpulan informasi yaitu
1.      Observasi langsung dan tidak langsung
2.      Proses wawancara
3.      Pencarian dan penelitian bahan-bahan melalui dokumen public
4.      Partisipasi dalam peristiwa
Sebuah berita harus memuat fakta yang di dalamnya terkandung unsure-unsur who, what where, why, when dan how.
Dengan itu sebuah berita dapat disajikan dengan lengkap dan memberikan sebuah informasi yang lengkap.

*Diambil dari beberapa Sumber*

Selasa, 29 Mei 2012

Tipe Pengguna Twitter Berdasarkan Karakter

Ada tipe penghibur, pemarah, hingga seleb-twit.
Tipe yang manakah kamu ??

Sebagai situs jejaring social, Twitter tergolong unik. Dengan fitur yang bisa di bilang hanya teks semata, jejaring social karya Jack Dorsey ini sukses menjadi salah satu jejaring social favorit.
Sebagai jejaring social yang bisa juga disebut SMS-nya dunia maya, ada sejumlah tipe pengguna Twitter berdasarkan karakter kepribadian, seperti dikutip dari Macobserver :
1.    Penghibur
Tipe ini dikaruniai kemampuan dan pesona untuk memikat orang dalam komunikasi singkat, yang tentu saja terbatas dalam 140 karakter. Para penghibur di twitterland ini akan membuat Anda tersenyum, hanya dengan membaca tweet-nya atau ketika mengomentari dan menanggapi tweet oranglain
2.    Penyampai kabar
Tipe ini sepertinya tidak punya kebutuhan untuk menghibur oranglain, melainkan merasa butuh untuk menyampaikan informasi kepada oranglain. Pengguna twitter dengan tipe ini akan mengumpulkan informasi dan membaginya untuk kepentingan oranglain. Baik itu dalam bentuk video atau berita
3.    Tour Guide
Biasanya, tipe ini adalah yang berbagi pengalaman. Tipe ini seperti ‘mengajak’ Anda di setiap pengalaman yang dia rasakan. Tak hanya itu, link foto pun akan terpasang di tweet, sehingga Anda bisa melihat langsung, dari pemandangan yang dia lihat hingga makanan yang sedang dia nikmati.
4.    Penurut
Tipe ini biasanya akan menurut untuk mengisi tweet dengan pertanyaan standar ala Twitter “what’s happening?”. Dan.. tipe ini akan menjawab dengan segala macamyang sedang dia kerjakan. Dari menyiapkan makan malam, hingga menggunting kuku. Tentu tipe seperti ini membosankan, kecuali dia menjawabnya dengan candaan ala tipe penghibur.
5.    Promosi Diri
Tipe seperti ini biasanya merupakan penulis yang berfikir Anda memfollow dia karena Anda ingin tahu mengenai karyanya. Jadi dia akan bercerita di tweetnya segala sesuatu tentang yang dia lakukan dalam berkarya. Ini semua dilakukan hanya untuk mempromosikan dirinya sendiri.



6.    Pemarah
Di-tweetnya, tipe seperti ini selalu marah terhadap sesuatu. Dari kejadian sepele yang dialaminya di dunia maya, apalagi kejadian besar yang dialaminya di dunia nyata. Tak jarang dalam tweetnya, tipe ini menggunakan huruf capital. Entah kenapa, tetap saja ada followers yang mengikutinya. Mungkin followers tipe ini memiliki ketidaksukaan yang sama, tapi tidak berani untuk mengungkapkan, misalnya marah-marah soal pekerjaan.
7.    Manja
Biasanya tipe ini selalu memanfaatkan Twitter untuk menjawap kebutuhannya. Misalnya : “saya lagi di Yogya nih. Apa ada rekomendasi makanan enak disini?” Bahkan, tipe seperti ini biasanya juga ‘pamer’ walau tweetnya seperti orang yang selalu merasa butuh pertimbangan Anda. Misalnya dengan tweet seperti ini: “Duh, bingung. Mau liburan ke Australia atau Jepang yah?” bukan tak mungkin juga orang tipe ini yang merasa tidak pernah percaya diri dengan keputusan yang dia buat, dan selalu butuh (needy) perimbangan orang lain.
8.    Seleb-twit
Tipe ini tahu kalau twitter merupakan cara yang paling terbaru dan terkeren untuk berinteraksi dengan fans. Biasanya tipe ini juga senang dipuja oleh followers-nya (sering re-tweet hal-hal bagus yang ditujukan kepadanya). Tapi bagaimanapun, selebriti juga orang biasa. Mereka sering pula menjadi tipe promosi diri, pemarah, atau manja. Namun, tentu dengan pertimbangan tak ingin tweet yang di buka akan merusak critanya.


Nah termasuk yang manakah anda?? :D

Minggu, 27 Mei 2012

INTI PENDIDIKAN adalah BUKU !!

Peduli pendidikan semestinya berupa gerakan  memasyarakatkan gemar membaca buku dan menulis. Momentumnya adalah Hari Kartini 21 April, Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Hari Buku Nasional 17 Mei. Kartini, pejuang emansipasi perempuan, adalah pembaca buku yang sangat tekun. Ki Hajar Dewantara sebagai perintis pendidikan yang kelahirannya diabadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional adalah penulis dan pembaca buku yang sangat tekun.
Berdasarkan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (1), setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Kualitas pendidikan kita masih tertatih-tatih. Pemerintah kurang peduli terhadap perkembangan pendidikan. Persoalan pendidikan yang sering mengemuka hanya gedung sekolah rusak, kegiatan belajar-mengajar di tempat darurat, belajar di ruang terbuka karena ruang kelas rusak dan kisah-kisah sejenis.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohamad Nuh berjanji  pada 2013 tidak ada lagi gedung sekolah (SD/SMP) yang rusak. Alokasi APBN 2012 akan diprioritaskan untuk  memugar  gedung-gedung SD. Ada 153.026 ruang kelas yang rusak berat dengan kebutuhan anggaran Rp20,4 triliun. Sungguh miris membaca berita tentang perkembangan kualitas pendidikan kita.
Belum lagi masalah yang dihadapi para pendidik (guru) sehingga berimbas pada kualitas pengabdian sebagai guru. Para guru disibukkan masalah sertifikasi, perubahan kurikulum, saling berlomba meningkatkan kualitas sekolah dengan cara yang kurang terpuji (menyontek berjemaah demi mencapai lulus 100%), atau karena kurangnya kesejahteraan para guru sehingga siswa menjadi pelampiasan dengan pungutan di luar ketentuan yang semestinya.
Demi meningkatkan pendidikan nasional, setiap langkah guru hendaknya berdasarkan semangat ajaran bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, yakni semboyan ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung).
Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang warganya suka membaca. Bangsa menjadi besar karena menghargai jasa para pahlawan. Untuk tahu jasa para pahlawan harus membaca sejarah. Menjadi cerdas berprasyarat membaca. Sementara kini, adalah kenyataan bahwa di Indonesia yang tercinta ini masih ada warga negara yang buta huruf. Sebanyak 30% anak buta aksara kembali setelah melek aksara hanya karena lingkungan yang kurang mendukung dengan bahan bacaan. Ini jelas hal yang sungguh memprihatinkan dari wajah pendidikan kita dengan sarana yang serba minim.
Menurut mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Haryono Suyono, anak-anak kita mendatang kalau mau menjadi calon presiden jangan dihubungkan dengan tua atau muda tetapi harus diukur dari siapa yang paling banyak membaca. Dulu kita berperang melawan penjajah untuk merdeka. Tapi saat ini kita berperang melawan  kebodohan dan kemiskinan dengan membaca.
Kita harus menerima realitas masih banyak saudara kita sebangsa yang berada pada garis kemiskinan. Bagaimana saudara kita yang miskin bisa membaca, jika mereka masih berpikir apa yang akan dimakan untuk hari esok dan selanjutnya? Apa yang dikatakan mantan Menkokesra itu masih berlaku hingga sekarang. Sampai saat ini belum ada panutan sebaik Soekarno-Hatta. Mereka adalah pemimpin bangsa yang gemar dan sangat tekun membaca. Tidak dapat kita pungkiri bahwa dengan membaca setiap peristiwa akan menambah wawasan seseorang dalam berpikir dan bertindak yang berimbas pada sikap dab perilaku kita. Bacalah buku maka dunia kita genggam.


Budaya Utama
Betapa membaca (buku) merupakan budaya yang harus diutamakan bagi bangsa yang ingin maju, bangsa yang mau menjadi bangsa yang besar dan cerdas. Terabaikannya budaya membaca pelan namun pasti mengakibatkan suatu bangsa  menuju kehancuran moral, budaya, bahkan sejarah. Pemerintah seharusnya peduli pada pembudayaan  membaca melalui pemerataan kesempatan memperoleh  pendidikan.
UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan pendidikan diselenggarakan dengan  mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung bagi setiap warga negara. Pada saat Malik Fajar menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional mewacanakan Mei sebagai bulan buku. Tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk mengenang Ki Hajar Dewantara sebagai perintis pendidikan yang diikuti Hari Buku Nasional pada 17 Mei dan sepanjang Mei sebagai bulan buku nasional.
Buku sebagai sarana menuju budaya membaca dan menulis (ditambah berhitung) sesuai tujuan pendidikan nasional untuk mewujudkan bangsa yang cerdas. Mengapa harus buku? Buku tidak murah, namun buku mudah dibawa untuk dibaca di mana pun. Buku bekas pun bermanfaat. Ilmu pengetahuan yang terkandung dalam buku tak lekang oleh waktu. Lain halnya dengan media televisi atau internet yang membutuhkan jaringan listrik, jaringan komputer dan sarana pendukung lainnya.
Permasalahannya bagaimana membudayakan gemar membaca agar generasi kita semakin cerdas? Mari kita sambut Mei sebagai hari buku, bulan buku, sekaligus hari pendidikan demi terwujudnya bangsa yang cerdas. Tema yang diangkat dalam Hari Pendidikan Nasional 2012 yaitu  Bangkitnya Generasi Emas Indonesia.
Kemegahan kalimat tersebut selayaknya dibarengi dengan semangat membaca di kalangan generasi muda kita agar tercapai cita-cita generasi emas sesuai. Sepanjang Mei selayaknya dijadikan pesta buku dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui pembudayaan gemar membaca. Pembudayaan gemar membaca antara lain dicontohkan oleh Forum Indonesia Membaca. Strateginya dengan temu komunitas perbukuan dan workshop sampai program diskon buku bekerja sama dengan toko buku dan penerbit.
Alangkah indah jika hari buku maupun bulan buku menjadi wahana tukar-menukar buku atau hibah buku sebagai pemupukan budaya membaca dan menulis yang diselenggarakan oleh setiap satuan pendidikan (sekolah) bekerja sama dengan pemerintah daerah, penerbit dan toko buku. Betapa berjasa para penerbit dalam  melawan kebodohan dan kemiskinan, apabila terbitan yang dihasilkan merupakan terbitan dengan kualitas terjaga.
Ketaatan para penerbit terhadap undang-undang serah-simpan karya cetak dan rekam perlu ditingkatkan. Undang-undang dimaksud adalah UU No 4/1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Undang-undang tersebut di antaranya menyatakan setiap penerbit yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia wajib menyerahkan dua buah cetakan dari setiap judul karya cetak yang dihasilkan kepada Perpustakaan Nasional dan sebuah kepada perpustakaan daerah di ibukota provinsi yang bersangkutan selambat-lambatnya tiga bulan setelah  diterbitkan. Undang-undang ini harus diberlakukan agar setiap perpustakaan memperoleh setiap terbitan yang diproduksi oleh penerbit.
Sebenarnya, siapakah yang bertanggung jawab dalam hal budaya membaca dan menulis? Berdasarkan UU No 43/2007 tentang Perpustakaan, budaya gemar membaca menjadi tanggung jawab keluarga, satuan pendidikan (sekolah), masyarakat, maupun pemerintah. Pasal 48 UU itu menyatakan pembudayaan gemar membaca difasilitasi oleh pemerintah melalui buku murah dan berkualitas. Jelas kiranya bahwa budaya membaca menjadi tanggung jawab bersama keluarga, sekolah dan pemerintah.
Pembudayaan gemar membaca dilakukan dengan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai  proses pembelajaran sepanjang hayat. Sayangnya, tujuan mulia pendirian perpustakaan menjadi sarana peningkatan budaya membaca masih belum mendapat perhatian dari para pendidik maupun pejabat pemerintah.
Sekadar ilustrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat 55,39% SD belum memiliki perpustakaan sekolah. Dari 143.437 SD, ada 79.445 sekolah belum punya perpustakaan. Ini merupakan pekerjaan dan tanggung jawab pemerintah untuk mendirikan perpustakaan dan menjamin ketersediaan koleksinya.
Semoga perpustakaan berdiri merata di seluruh Tanah Air sebagai kewajiban pemerintah dalam mewujudkan generasi emas sesuai tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Mari kita sambut dan meriahkan Mei sebagai bulan pendidikan bagi siapa pun dan bulan baca buku untuk semua.

Sumber: SOLOPOS halaman 4, 16 Mei 2012 oleh Tri Hardiningtyas: Pustakawati di UNS

Sabtu, 19 Mei 2012

AKU CINTA PRODUK INDONESIA !!


“Aku cinta produk Indonesia”. Inilah slogan yang harus selalu dikobarkan untuk membangkitkan ekonomi kita yang sedang lesu.

Kita tahu, sebagai konsekwensi mengikuti “pasar bebas” karena globalisai maka banjir produk luar negri tak terhindarkan lagi. Membanjirnya produk luar negri tentu saja embawa dua akibat penting : positif dan negative. Positifnya adalah pilihan produk semakin banyak, persaingan akan meningkatkan daya kompetitif bagi produk local. Negatifnya tentu (kalau tidak hati-hati) akan mematikan produk local, meningkatnya mental konsumen impor dan yang paling parah adalah membanjirnya pengangguran dan berubahnya kita menjadi bangsa kuli.
Untuk itu, perlu langkah-langkah luas yang meliputi moral, politik dan ekonomi agar globalisasi bukan hanya membawa kutukan tetapi juga berkah. Secara moral, seua aparatur pemerinyah harus memprioritaskan penggunaan produk dalam negri. Secara politik, semua aparatur pemerintah mendorong, mengembangkan dan melindungi (berpihak) pada produk dalam negri lewat undang-undang dan keputusan politik. Secara ekonomi, para pelaku bisnis harus saling bahu membahu mendorong rakyat memprioritaskan produknya sendiri.
Karena alas an tersebut, pemerintah harus mulai mengubah arah kebijakan ekonomi yang terlalu pro-pasar (liberalisasi dan prifatisasi) kea rah pro-rakyat (realokasi dan kemitraan). Perubahan paradigma demokrasi liberal ke demokrasi ekonomi. dari demokrasi yang memiskinkan ke demokrasi yang menyejahterakan. Dari ekonomi “berkelian” yang utopis ke ekonomi pemerataan yang realistis. Sebab, dalam demokrasi ekonomi, terdapat paling sedikit dua prasyarat pokok yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi rakyat. Pertama,adalah tujuannya yaitu kemakmuran seluruh rakyat. Ini yang membedakannya dengan tujuan ekonomi kapitalis yang mementingkan keuntungan kelas elit dan menggunakan pendekatan teori “menetes” bukan merata. Kedua, adalah perlunya keterlibatan dan partisipasi rakyat banyak baik dalam proses produksi maupun dalam menikmati hasil-hasilnya. Inilah ciri khas demokrasi  ekonomi sebagai tujuan suci demokrasi Pancasila.
Kedua prasyarat pokok tersebut menentukan sifat dari alokasi sumber daya. Sifat pertama adalah adanya suatu mekanisme untuk mempertinggi kemakuran. Kedua, adalah adanya suatu mekanisme agar penguasaan factor produksi lebih tersebar kepada seluruh rakyat. Dua hal inilah yang menentukan derajat pendemokrasian ekonomi (dalam hal ini demokrasi yang memihak rakyat banyak)
Di atas segalanya, demokratisasi ekonomi yang pro-rakyat akan terimplementasikan dengan baik jika dilakukan dengan rangkaian strategi tersebut, antara lain meliputi: 1. Strategi pemasaran lewat distribusi demokratis; 2. Strategi relokasi asset guna memperkuat basis ekonomi rakyat; 3. Strategi penciptaan sistem kemitraan usaha dalam memasuki persaingan pasar; 4. Strategi cinta produk dalam negri dan penggunaannya sehari-hari.

Rabu, 16 Mei 2012

Perpustakaan Digital Bukan Sekedar Koleksi Digital !


Beberapa istilah digunakan untuk mengungkapkan konsep perpustakaan digital seperti perpustakan elektronik, perpustakaan maya, perpustakaan hyper, dan perpustakaan tanpa dinding. Pada dasarnya, perpustakaan digital itu sama saja dengan perpustakaan biasa, hanya saja memakai prosedur kerja berbasis komputer dan sumber informasinya digital.

Jaringan informasi semacam internet memberikan kesempatan luas untuk mengakses lembaga yang menyediakan informasi. Jaringan ini berfungsi sebagai perpustakaan yang dinamakan perpustakaan tanpa dinding.

Perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak. Koleksi menekankan pada isi informasi, jenisnya dari dokumen tradisional sampai hasil penelusuran. Perpustakaan ini melayani mesin, manajer informasi, dan pemakai informasi. Semuanya ini demi mendukung manajemen koleksi, menyimpan, pelayanan bantuan penelusuran informasi.

Embrio perpustakaan digital di Indonesia adalah eksperimen sekelompok hobbyist di Perpustakaan Pusat Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka memprakarsai Jaringan Perpustakaan Digital Indonesia bekerja sama dengan Computer Network Research Group (CNRG) dan Knowledge Management Research Group (KMRG). Proyek ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menumbuhkan semangat berbagi pengetahuan antarpendidikan tinggi dan lembaga penelitian melalui pengembangan jaringan nasional perpustakaan. Proyek kecil ini kemudian mendapat sambutan positif dari berbagai pihak sehingga marak.


Senin, 14 Mei 2012

BERJAMA'AH MELAWAN KORUPSI


Korupsi yang terlanjur membumi, jangan sampai mematahkan hati. Ayo bergerak melawan korupsi!
Mengikuti pemberitaan terkait korupsi !

Mengikuti pemberitaan terkai kasus-kasus korupsi, membuat kita, barangkali, merasa upaya pemberantasan korupsi seakan tak akan mendapatkan kemenangan. Sepak terjang koruptor yang dapat dengan mudah “membeli” otoritas pejabat dan penegak hokum, semakin menegakkan betapa korupsi benar-benar adikuasa di negeri ini.
Menghadapi digdaya koruptor, public mungkin merasa kalah. Tapi, saat ini, sudah bukan jamannya lagi kita mengeluh tanpa berbuat sesuatu. Karena, korupsi memang harus dilawan secara bersama-sama. Lembaga pemberantasan korupsi seperti Polri, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak boleh dibiarkan sendirian bertarung. Pun, instansi masyrakat sipil pendukung gerakan antikorupsi semacam Indonesia Corruption Watch (ICW), Gerakan Berantas Koruptor (Gebrak), Garut Government Watch (G2W) dan Transparency International Indonesia (TII), juga butuh dukungan dari rakyat.
Dukungan publik, dapat berupa dukungan data serta keterangan mengenai praktik-praktik korupsi di sekitar lingkungannya masing-masing. Di ICW, kami menerima laporan public mengenai beragam kasus korupsi. Dari aduan masyarakat, tim ICW akan bergerak untuk mengecek dan melakukan verifikasi data-data. Setelah lengkap, ICW akan melaporkan tindak pidana khusus ini kepada otoritas yang berwenang.
Sejak didirikan pada 1998, ICW telah aktif memberantas korupsi melalui investigasi berbagai kasus korupsi dan melaporkannya ke penegak hokum. Melalui laporan yang dibuat ICW, sejumlah koruptor kini harus mendekan di penjara.
Selain itu, ICW juga aktif membuat usulan kebijakan dalam pemberantasan korupsi. Bersama para ahli hokum, ICW terlibat aktif untuk membuat UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU Pengadilan Tipikor, UU Perlindungan Saksi dan Korban dan berbagai UU serta kebijakan lain untuk memberantas korupsi. ICW juga aktif dalam kampanye untuk akses informasi dengan terlibat dalam drafting UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan mendorong kepatuhan lembaga Negara untuk melaksanakan UU KIP.

Minggu, 13 Mei 2012

YANG PERLU DIPERSIAPKAN DALAM MEMBANGUN DIGILIB

mariii kita bahas bersamasama
apa sih yang harus diperpsiapkan itu??
meliputi apa saja??

YUP, PERSIAPANNYA tentu saja:

  1. Koordinasi dengan pimpinan tentang rencana pembangunan digital library (kepala lembaga induk dan kepala perpustakaan)  
  2. Menyiapkan proposal tentang konsep dan model pembangunan digital library (baik kerjasama atau independen)
  3. Menentukan software database yang akan digunakan untuk digital library (software berbayar atau open source)  
  4. Mengalokasikan biaya untuk pembangunan digital library dan perawatannya (sebaiknya masuk anggaran rutin lembaga).

Senin, 07 Mei 2012

Air mata wanita

Untuk kita renungkan dan diambil manfaat serta hikmahnya kawan..

silahkan membaca...



Wanita itu..
Halus lembut,,
begitulah sosok perangai wanita,
lemah dan perasa,
itulah pribadi wanita,
bijak dan tegas,
contoh keanggunan wanita
airmata...
adalah fitrah yang diberikan kepada wanita


Satu kisah tentang wanita..

Suatu ketika, ada seorang anak laki – laki yang bertanya pada ibunya.
“Ibu, mengapa ibu menangis ?” Ibunya menjawab, 
“Sebab aku wanita”.
“Aku tak mengerti,” kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
“Nak, kamu memang tak akan mengerti…..”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
“Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas ?”.
Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. 

Lama kemudian, si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya – tanya, mengapa wanita menangis??.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan 
“Ya Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis ?"
 Dalam mimpinya, Tuhan menjawab.“Saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama."

Minggu, 29 April 2012

Apakah search engine akan menggeser pustakawan ?

PUSTAKAWAN dengan SEARCH ENGINE !!

Menurut pengamatan saya dibeberapa website sajian informasi yang dibutuhkan pengguna semata karena keterbatasan waktu dan biaya. Alasannya kalau kita butuh beberapa pengertian dari berbagai defenisi maupun permasalahan lain kita cari di perpustakaan memakan waktu yang lama, bila harus membeli buku keuangannya tidak mendukung. Internet jadi tujuan efisiensi waktu dan dana. Yang pasti pustakawanpun tidak tertutup kemungkinannya untuk mendapat informasi terbaru dan pendapat para ahli dari berbagai kalangan profesi. Sehingga menurut saya peran pustakawan semakin besar menerima tantangan ini dan siapa yang tidak mau mengutak -atik komputer atau membaca informasi berbagai pengetahuan di Internet akan tertinggal. Jadi wajar bila keberadaan Internet seolah telah menggeser peran pendidik dan minat baca  khususnya pustakawan di negara kita, namun itu harus kita lakukan karena penyampaian pengetahuan baru ternyata lebih cepat disebarluaskan di dunia maya ketimbang di barang cetakan ( buku ).

Intinya jika kita ada tugas selalu pilihan pertama adalah mencari internet baru kemudian membuka buku lalu sepertinya semua pengetahuan itu ada di internet, sedangkan pustakawan jauh lebih lambat mendapatkan informasi baru ( kurang up to date) sehingga peran pustakawan sedikit demi sedikit telah diambil alih oleh internet pada search engine.


Data dari internet itu rata-rata hanya pendapat orang. Beda halnya kalo dari wikipedia. Setidaknya bisa sedikit menjamin. Tapi, kebanyakan orang yang mencari "jawaban" dari tugasnya, lebih melihat pendapat-pendapat perseorangan di blog-blog. Itu kan tidak dapat dijadikan referensi.

Memang teknologi internet sangat berkembang pesat, ditambah lagi internet mudah dan cepat diakses daripada kita mencari buku atau bertanya kepada yang lebih ahli (pustakawan). Karena hanya dengan mengetik 1 kata di search engine, kita bisa mendapatkan beribu artikel yang berhubungan dengan kata tersebut. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kita sebenarnya juga membutuhkan tenaga pendidik atau pustakawan yang fungsinya sebagai pengajar audio visual. Artinya selain kita membaca kita juga mendengar, mungkin saja disertai dengan contoh atau pengalaman berharga yang disampaikan sang pengajar dan tidak kita dapatkan di internet. Jadi, kalau berbicara masalah internet adalah teknologi yang sangat digemari sekian banyak orang karena sangat membantu masalah user dengan cepat itu betul. Tapi keakuratan jawaban lebih tepat kalau kita bertanya langsung ke ahlinya. Dan kesimpulannya sampai kini internet belum sepenuhnya menggeser tenaga pendidik seperti pustakawan pada masa era globalisasi ini..

Search enggine tidak selalu tepat sasaran dalam memberikan informasi dan banyak yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh penggunanya. Sebaliknya dengan pustakwan, karena pustakawan dapat memberikan informasi kepada pengguna, dan informasi tersebut didapat dari berbagai sumber, maka dari itu pustakawan bisa di sebut “find engine”. Keberadaan search enggine dapat membantu pustakawan yang dijuluki sebagai find engine untuk mendapatkan informasi yang ada di dunia maya. Berbeda dengan pengguna biasa, karena pustakawan memiliki teknik khusus dalam melakukan penelusuran informasi menggunakan search engine. Namun hal ini tentunya harus di tunjang juga oleh pustakawan itu sendiri, apakah bisa mengikuti perkembangan teknologi atau tidak. Tapi menurut saya selama pustakawan kreatif dan bisa mengikuti perkembangan teknologi maka kemungkinan tidak akan tergusur oleh search enggine.


Jumat, 27 April 2012

RESENSI FILM The DAY AFTER TOMORROW

Judul                            :   The Day After Tomorrow
Sutradara                     :   Roland Emmerich
Produksi                      :   20th Century Fox
Tahun pembuatan        :   2002
Tahun penayangan         :   2004
Pemain                         :
  • Dennis Quaid
  • Sela Ward
  • Jake Gyllenhaal
  • Emmy Rossum
  • Jay o. Sanders
  • Harald Kloser
  • Perry King
  • Kenneth Welsh
  • Glenn Plummer
Jenis                            :   Film Fiksi Ilmiah


Resensi Film The Day After Tomorrow
The Day After Tomorrow adalah film keluaran tahun 2004. Film ini mengisahkan dampak global warming (pemanasan global) yang begitu luar biasa. Jika pemanasan global mencapai suatu titik puncak maka keadaan akan membalik ke pendinginan global. Di dalam film ini dikisahkankan pembalikan keadaan tersebut begitu cepat, maka dalam film setelah besok hari (the day after tomorrow) seluruh bumi telah tertutup salju dan berudara dingin. Salju ini terbentuk setelah gelombang tinggi pasang air laut yang memasuki daratan.
Kekacauan tersebut terjadi karena dunia mengabaikan peringatan Jack Hall seorang klimatologist, yang yakin akan terjadi pencairan es kutub yang akan menutup seluruh Gulf Stream dan secara radikal mengubah iklim sampai sekitar  100 tahun atau lebih. Jack Hall yang sedang melakukan penelitian di Benua Antartika bersama temannya Frank (Jay O. Sanders) dan Jason (Dash Mihok). Sedang melakukan pengeboran untuk mengambil sampel inti es di Larsen Ice Shelf. Saat sedang pengeboran terjadi retakan besar seperti membelah benua itu. Jack menyajikan temuannya pada Konferensi Pemanasan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa,di New Delhi India,di sana hadir banyak diplomat,termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat, (Kenneth Welsh) yang tidak yakin pada teori Jack
.
Pemikiran Jack juga dirasakan oleh Profesor Terry Rapson (Ian Holm) dari Pusat Penelitian Iklim Hedland,Skotlandia. Disana Rapson menemukan dua pelampung di Atlantik Utara secara bersamaan menunjukkan penurunan suhu air secara besar,Rapson menyimpulkan bahwa mencairnya es di kutub telah mengganggu arus Atlantik Utara. Dia menelpon Jack dan memberitahu apa yang terjadi. Jack percaya bahwa peristiwa yang pernah ia ramalkan akan terjadi,tapi tidak dalam waktu yang sangat dekat. Jack dan kedua temannya membangun model prakiraan cuaca bersama Janet Tokada (Tamlyn Tomita) dari NASA.

Jack memutuskan untuk mengatakan dan memberi peringatan. Akan tetapi peringatannya diabaikan oleh orang-orang bahkan oleh  presiden dan wakil presiden Amerika. Di Seluruh Dunia,telah terjadi cuaca ekstrem secara massal

Di Chiyoda,Jepang telah terjadi hujan batu es sebesar bola baseball dan kota Los Angeles telah dihancurkan serangkaian angin topan. Presiden Amerika Serikat(Perry King) mengumumkan kepada FAA untuk menghentikan lalu lintas udara di Amerika Serikat disebabkan oleh cuaca buruk yang sangat parah.Sementara itu,tiga Helikopter RAF yang masuk ke mata badai superstorm yang menyebabkan bahan bakar serta awaknya membeku dan mereka jatuh seketika. Ini disebabkan oleh turunnya suhu di bawah -150 °F(-101,1 °C) dan ini merupakan awal dari Pembekuan Global.