Minggu, 27 Mei 2012

INTI PENDIDIKAN adalah BUKU !!

Peduli pendidikan semestinya berupa gerakan  memasyarakatkan gemar membaca buku dan menulis. Momentumnya adalah Hari Kartini 21 April, Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Hari Buku Nasional 17 Mei. Kartini, pejuang emansipasi perempuan, adalah pembaca buku yang sangat tekun. Ki Hajar Dewantara sebagai perintis pendidikan yang kelahirannya diabadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional adalah penulis dan pembaca buku yang sangat tekun.
Berdasarkan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (1), setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Kualitas pendidikan kita masih tertatih-tatih. Pemerintah kurang peduli terhadap perkembangan pendidikan. Persoalan pendidikan yang sering mengemuka hanya gedung sekolah rusak, kegiatan belajar-mengajar di tempat darurat, belajar di ruang terbuka karena ruang kelas rusak dan kisah-kisah sejenis.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohamad Nuh berjanji  pada 2013 tidak ada lagi gedung sekolah (SD/SMP) yang rusak. Alokasi APBN 2012 akan diprioritaskan untuk  memugar  gedung-gedung SD. Ada 153.026 ruang kelas yang rusak berat dengan kebutuhan anggaran Rp20,4 triliun. Sungguh miris membaca berita tentang perkembangan kualitas pendidikan kita.
Belum lagi masalah yang dihadapi para pendidik (guru) sehingga berimbas pada kualitas pengabdian sebagai guru. Para guru disibukkan masalah sertifikasi, perubahan kurikulum, saling berlomba meningkatkan kualitas sekolah dengan cara yang kurang terpuji (menyontek berjemaah demi mencapai lulus 100%), atau karena kurangnya kesejahteraan para guru sehingga siswa menjadi pelampiasan dengan pungutan di luar ketentuan yang semestinya.
Demi meningkatkan pendidikan nasional, setiap langkah guru hendaknya berdasarkan semangat ajaran bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, yakni semboyan ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung).
Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang warganya suka membaca. Bangsa menjadi besar karena menghargai jasa para pahlawan. Untuk tahu jasa para pahlawan harus membaca sejarah. Menjadi cerdas berprasyarat membaca. Sementara kini, adalah kenyataan bahwa di Indonesia yang tercinta ini masih ada warga negara yang buta huruf. Sebanyak 30% anak buta aksara kembali setelah melek aksara hanya karena lingkungan yang kurang mendukung dengan bahan bacaan. Ini jelas hal yang sungguh memprihatinkan dari wajah pendidikan kita dengan sarana yang serba minim.
Menurut mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Haryono Suyono, anak-anak kita mendatang kalau mau menjadi calon presiden jangan dihubungkan dengan tua atau muda tetapi harus diukur dari siapa yang paling banyak membaca. Dulu kita berperang melawan penjajah untuk merdeka. Tapi saat ini kita berperang melawan  kebodohan dan kemiskinan dengan membaca.
Kita harus menerima realitas masih banyak saudara kita sebangsa yang berada pada garis kemiskinan. Bagaimana saudara kita yang miskin bisa membaca, jika mereka masih berpikir apa yang akan dimakan untuk hari esok dan selanjutnya? Apa yang dikatakan mantan Menkokesra itu masih berlaku hingga sekarang. Sampai saat ini belum ada panutan sebaik Soekarno-Hatta. Mereka adalah pemimpin bangsa yang gemar dan sangat tekun membaca. Tidak dapat kita pungkiri bahwa dengan membaca setiap peristiwa akan menambah wawasan seseorang dalam berpikir dan bertindak yang berimbas pada sikap dab perilaku kita. Bacalah buku maka dunia kita genggam.


Budaya Utama
Betapa membaca (buku) merupakan budaya yang harus diutamakan bagi bangsa yang ingin maju, bangsa yang mau menjadi bangsa yang besar dan cerdas. Terabaikannya budaya membaca pelan namun pasti mengakibatkan suatu bangsa  menuju kehancuran moral, budaya, bahkan sejarah. Pemerintah seharusnya peduli pada pembudayaan  membaca melalui pemerataan kesempatan memperoleh  pendidikan.
UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan pendidikan diselenggarakan dengan  mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung bagi setiap warga negara. Pada saat Malik Fajar menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional mewacanakan Mei sebagai bulan buku. Tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk mengenang Ki Hajar Dewantara sebagai perintis pendidikan yang diikuti Hari Buku Nasional pada 17 Mei dan sepanjang Mei sebagai bulan buku nasional.
Buku sebagai sarana menuju budaya membaca dan menulis (ditambah berhitung) sesuai tujuan pendidikan nasional untuk mewujudkan bangsa yang cerdas. Mengapa harus buku? Buku tidak murah, namun buku mudah dibawa untuk dibaca di mana pun. Buku bekas pun bermanfaat. Ilmu pengetahuan yang terkandung dalam buku tak lekang oleh waktu. Lain halnya dengan media televisi atau internet yang membutuhkan jaringan listrik, jaringan komputer dan sarana pendukung lainnya.
Permasalahannya bagaimana membudayakan gemar membaca agar generasi kita semakin cerdas? Mari kita sambut Mei sebagai hari buku, bulan buku, sekaligus hari pendidikan demi terwujudnya bangsa yang cerdas. Tema yang diangkat dalam Hari Pendidikan Nasional 2012 yaitu  Bangkitnya Generasi Emas Indonesia.
Kemegahan kalimat tersebut selayaknya dibarengi dengan semangat membaca di kalangan generasi muda kita agar tercapai cita-cita generasi emas sesuai. Sepanjang Mei selayaknya dijadikan pesta buku dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui pembudayaan gemar membaca. Pembudayaan gemar membaca antara lain dicontohkan oleh Forum Indonesia Membaca. Strateginya dengan temu komunitas perbukuan dan workshop sampai program diskon buku bekerja sama dengan toko buku dan penerbit.
Alangkah indah jika hari buku maupun bulan buku menjadi wahana tukar-menukar buku atau hibah buku sebagai pemupukan budaya membaca dan menulis yang diselenggarakan oleh setiap satuan pendidikan (sekolah) bekerja sama dengan pemerintah daerah, penerbit dan toko buku. Betapa berjasa para penerbit dalam  melawan kebodohan dan kemiskinan, apabila terbitan yang dihasilkan merupakan terbitan dengan kualitas terjaga.
Ketaatan para penerbit terhadap undang-undang serah-simpan karya cetak dan rekam perlu ditingkatkan. Undang-undang dimaksud adalah UU No 4/1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Undang-undang tersebut di antaranya menyatakan setiap penerbit yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia wajib menyerahkan dua buah cetakan dari setiap judul karya cetak yang dihasilkan kepada Perpustakaan Nasional dan sebuah kepada perpustakaan daerah di ibukota provinsi yang bersangkutan selambat-lambatnya tiga bulan setelah  diterbitkan. Undang-undang ini harus diberlakukan agar setiap perpustakaan memperoleh setiap terbitan yang diproduksi oleh penerbit.
Sebenarnya, siapakah yang bertanggung jawab dalam hal budaya membaca dan menulis? Berdasarkan UU No 43/2007 tentang Perpustakaan, budaya gemar membaca menjadi tanggung jawab keluarga, satuan pendidikan (sekolah), masyarakat, maupun pemerintah. Pasal 48 UU itu menyatakan pembudayaan gemar membaca difasilitasi oleh pemerintah melalui buku murah dan berkualitas. Jelas kiranya bahwa budaya membaca menjadi tanggung jawab bersama keluarga, sekolah dan pemerintah.
Pembudayaan gemar membaca dilakukan dengan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai  proses pembelajaran sepanjang hayat. Sayangnya, tujuan mulia pendirian perpustakaan menjadi sarana peningkatan budaya membaca masih belum mendapat perhatian dari para pendidik maupun pejabat pemerintah.
Sekadar ilustrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat 55,39% SD belum memiliki perpustakaan sekolah. Dari 143.437 SD, ada 79.445 sekolah belum punya perpustakaan. Ini merupakan pekerjaan dan tanggung jawab pemerintah untuk mendirikan perpustakaan dan menjamin ketersediaan koleksinya.
Semoga perpustakaan berdiri merata di seluruh Tanah Air sebagai kewajiban pemerintah dalam mewujudkan generasi emas sesuai tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Mari kita sambut dan meriahkan Mei sebagai bulan pendidikan bagi siapa pun dan bulan baca buku untuk semua.

Sumber: SOLOPOS halaman 4, 16 Mei 2012 oleh Tri Hardiningtyas: Pustakawati di UNS

Sabtu, 26 Mei 2012

" Penyakit Gagal Ginjal "


Sering merasa sakit di pinggang?


Pahami, kenali badanmu jaga kondisimu agar kesehatan selalu
bersamamu ^____*
oceeeeeeee *_*
Apa sih GINJAL itu ????
Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh dari darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit (misalnya kalsium, natrium, dan kalium) dalam darah. Ginjal juga memproduksi bentuk aktif dari vitamin D yang mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan sehingga membuat tulang menjadi kuat. Selain itu ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, serta renin yang berfungsi mengatur volume darah dan tekanan darah sehingga peran ginjal sangat penting bagi tubuh kita.


Gagal ginjal adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Penyakit Gagal Ginjal yaitu suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.
Ciri-ciri gagal ginjal :
·         Munculnya Rasa Gatal Berlebih / Kulit Ruam.
·         Sesak Nafas
·         Tubuh Merasa Kedinginan.
·         Kepala Pusing dan Sulit berkonsentrasi
·         Sakit di Sekitar Daerah Pinggang.
·         Sering mual-mual
·         Nafsu makan berkurang
Ada dua jenis gejala ginjal yaitu :
1.      Gejala gagal ginjal akut
Gagal ginjal akut yang disebabkan oleh kondisi prerenal biasanya memberikan gejala rasa haus dan pusing saat perubahan posisi tubuh (ortostatik) karena penurunan tekanan darah, denyut nadi yang cepat (>100x/menit), bibir kering, dan produksi keringat berkurang.
Gagal ginjal akut karena penyakit pada ginjalnya sendiri dapat dicurigai jika sebelumnya terjadi kondisi yang menyebabkan aliran darah ke ginjal terganggu dan menyebabkan ginjal rusak. Jika kerusakan ginjal dicurigai karena bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap ginjal, maka dapat ditelusuri riwayat penggunaan obat-obatan sebelumnya atau penyakit-penyakit yang dapat menghasilkan zat-zat berbahaya bagi ginjal. Nyeri pinggang juga dapat menyertai jika gagal ginjal disebabkan kelainan pembuluh darah ginjal atau peradangan pada ginjal.
Penyebab gagal ginjal akut dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:
a.       Penyebab prerenal, yakni berkurangnya aliran darah ke ginjal. Hal ini dapat disebabkan oleh:
·         hipovolemia (volume darah yang kurang),  misalnya karena perdarahan yang hebat.
·         Dehidrasi karena kehilangan cairan, misalnya karena muntah-muntah, diare, berkeringat banyak dan demam.
·         Dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.
·         Obat-obatan, misalnya obat diuretic yang menyebabkan pengeluaran cairan berlebihan berupa urin.
·         Gangguan aliran darah ke ginjal yang disebabkan sumbatan pada pembuluh darah ginjal.
b.      Penyebab renal di mana kerusakan terjadi pada ginjal.
·         Sepsis: Sistem imun tubuh berlebihan karena terjadi infeksi sehingga menyebabkan peradangan dan merusak ginjal.
·         Obat-obatan yang toksik terhadap ginjal.
·         Rhabdomyolysis: terjadinya kerusakan otot sehingga menyebabkan serat otot yang rusak menyumbat sistem filtrasi ginjal. Hal ini bisa terjadi karena trauma atau luka bakar yang hebat.
·         Multiple myeloma.
·         Peradangan akut pada glomerulus, penyakit lupus eritematosus sistemik, Wegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.
c.       Penyebab postrenal, di mana aliran urin dari ginjal terganggu.
·         Sumbatan saluran kemih (ureter atau kandung kencing) menyebabkan aliran urin berbalik arah ke ginjal.
·         Pembesaran prostat atau kanker prostat dapat menghambat uretra (bagian dari saluran kemih) dan menghambat pengosongan kandung kencing.
·         Tumor di perut yang menekan serta menyumbat ureter.
·         Batu ginjal.
2.      Gejala gagal ginjal kronik
Pada tahap awal gagal ginjal kronik, mungkin tidak ditemukan gejala klinis karena ginjal masih bisa beradaptasi dalam menjalankan fungsinya. Pada tahap lanjut, gagal ginjal kronis dapat menyebabkan anemia dengan gejala lemas, letih, lesu dan sesak napas. Terjadi penumpukan cairan tubuh yang lebih banyak lagi sehingga menyebabkan pembengkakan seluruh bagian tubuh. Beberapa pasien memberikan gajala yang disebabkan keadaan uremik (kadar urea dalam darah yang meningkat urea) yakni mual, muntah dan perubahan status mental (ensefalopati), disertai ketidakseimbangan elektrolit. Pemeriksaan USG ginjal dapat membantu dalam mendiagnosis gagal ginjal kronis.
Penyebab postrenal dapat memberikan gejala nyeri pinggang dan nyeri suprapubik (nyeri di daerah perut bawah) karena pembesaran kandung kencing dan saluran kencing. Nyeri yang bersifat hilang timbul dan menjalar sampai ke kantong zakar biasanya disebabkan oleh sumbatan akut pada saluran kencing. Jika dicurigai pembesaran prostat sebagai penyebab gagal ginjal akut, dapat dicari riwayat sering kencing malam hari, frekuensi kencing yang meningkat dan pada pemeriksaan ditemukan prostat yang membesar.
 Penyebab gagal ginjal kronik antara lain:
·         Diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol dan menyebabkan nefropati diabetikum.
·         Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
·         Peradangan dan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis), misalnya karena penyakit lupus atau pasca infeksi.
·         Penyakit ginjal polikistik, kelainan bawaan di mana kedua ginjal memiliki kista multipel.
·         Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka lama atau penggunaan obat yang bersifat toksik terhadap ginjal.
·         Pembuluh darah arteri yang tersumbat dan mengeras (atherosklerosis) menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang, sehingga sel-sel ginjal menjadi rusak (iskemia).
·         Sumbatan aliran urin karena batu, prostat yang membesar, keganasan prostat.
·         Infeksi HIV, penggunaan heroin, amyloidosis, infeksi ginjal kronis, dan berbagai macam keganasan pada ginjal.
Dikatakan oleh dr. Graciella Regina dalam artikelnya, pola makan untuk pasien “Gagal Ginjal”. Saat menderita gagal ginjal kronik, perlu mengganti pola makan untuk menjaga kestabilan tubuh agar ginjal tetap terjaga. Pengaturan diet ini bertujuan untuk menjaga kesimbangan elektrolit, mineral, dan cairan pada penderita gagal ginjal, serta membatasi jumlah zat sisa metabolisme yang tertimbun di dalam tubuhnya. Pengaturan diet ini harus disesuaikan dengan tingkat keparahan gangguan fungsi ginjal seorang pasien, sehingga harus dikonsultasikan lagi dengan dokter yang merawat pasien gagal ginjal tersebut. 










Secara umum, yang harus diperhatikan adalah:


  • Pembatasan konsumsi protein. Sangatlah penting untuk mendapatkan jumlah protein yang tepat karena protein diperlukan untuk membentuk otot, memperbaiki jaringan yang rusak dan melawan infeksi. Asupan protein yang sesuai akan membuat tubuh mendapatkan protein yang cukup tanpa menghasilkan urea (hasil metabolisme protein) berlebihan dan memperberat kerja ginjal. Protein hewani berasal dari telur, ikan, daging, keju, dan susu. Protein nabati berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Pengurangan konsumsi garam. Batasi konsumsi garam sampai 4-6 gram sehari untuk mencegah timbunan cairan dalam tubuh dan membantu mengontrol tekanan darah Anda.
  • Batasi asupan cairan.  Pada stadium awal, mungkin Anda tidak perlu membatasi asupan cairan. Namun, saat fungsi ginjal memburuk dan pasien menjalani dialisis (cuci darah), pasien akan menghasilkan urin dalam jumlah sangat sedikit atau bahkan tidak kencing sama sekali. Hal ini akan menyebabkan timbunan cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan timbunan cairan di jantung, paru dan tungkai. Yang termasuk cairan adalah air minum, kuah sayuran, kuah sup, jeli dan sebagainya.
  • Batasi asupan kalium karena ginjal yang sudah rusak tidak dapat membuangnya dari dalam tubuh. Kalium yang tinggi akan menyebabkan irama jantung yang tidak normal dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Contoh makanan dengan kandungan kalium yang tinggi adalah pisang, jeruk, alpukat, kiwi, kismis, kacang-kacangan, kentang, asparagus, tomat, dan labu. Pilihlah peach, pear, cherry, apel, strawberry, nanas, dan semangka, brokoli, kol, wortel, bunga kol, seledri, ketimun, terong, selada, bawang.  
  • Batasi asupan fosfor untuk menjaga kesehatan tulang. Kelebihan fosfor dalam darah akan menyebabkan kalsium berkurang sehingga tulang menjadi rapuh. Contoh makanan yang tinggi fosfor adalah telur, susu, yoghurt, keju, biji-bijian, dan minuman bersoda. Anda mungkin akan memerlukan kalsium tambahan dan vitamin D untuk menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor dalam tubuh Anda.

Asupan kalori harus tetap cukup untuk mencegah penghancuran jaringan tubuh yang sudah ada. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, Anda mungkin harus mengurangi asupan karbohidrat. Lemak dapat menjadi sumber kalori yang baik bagi tubuh. Pastikan lemak yang dikonsumsi termasuk dalam golongan monounsaturated dan polyunsaturated (misalnya minyak zaitun, canola) untuk membantu melindungi pembuluh darah Anda.
Pasien dengan gagal ginjal kronik biasanya mengalami anemia dan membutuhkan suplemen zat besi. Makanan yang mengandung banyak zat besi adalah hati, daging sapi, daging ayam, sereal yang diperkaya dengan zat besi.
Setelah membaca tipe-tipe di atas semoga bermanfaat bagi pembaca ^_^ dan mengingatkan kesehatan itu mahal harganya. So…… Jaga kesehatanmu sebelum Anda sakit  

Sumber :  
http://www.infopenyakit.com/2008/05/penyakit-gagal-ginjal.html 
http://gagalginjal.org/info/gejala-gagal-ginjal.html 
 

Posted by : Andrayani Arfian R D1810004
 

Sabtu, 19 Mei 2012

AKU CINTA PRODUK INDONESIA !!


“Aku cinta produk Indonesia”. Inilah slogan yang harus selalu dikobarkan untuk membangkitkan ekonomi kita yang sedang lesu.

Kita tahu, sebagai konsekwensi mengikuti “pasar bebas” karena globalisai maka banjir produk luar negri tak terhindarkan lagi. Membanjirnya produk luar negri tentu saja embawa dua akibat penting : positif dan negative. Positifnya adalah pilihan produk semakin banyak, persaingan akan meningkatkan daya kompetitif bagi produk local. Negatifnya tentu (kalau tidak hati-hati) akan mematikan produk local, meningkatnya mental konsumen impor dan yang paling parah adalah membanjirnya pengangguran dan berubahnya kita menjadi bangsa kuli.
Untuk itu, perlu langkah-langkah luas yang meliputi moral, politik dan ekonomi agar globalisasi bukan hanya membawa kutukan tetapi juga berkah. Secara moral, seua aparatur pemerinyah harus memprioritaskan penggunaan produk dalam negri. Secara politik, semua aparatur pemerintah mendorong, mengembangkan dan melindungi (berpihak) pada produk dalam negri lewat undang-undang dan keputusan politik. Secara ekonomi, para pelaku bisnis harus saling bahu membahu mendorong rakyat memprioritaskan produknya sendiri.
Karena alas an tersebut, pemerintah harus mulai mengubah arah kebijakan ekonomi yang terlalu pro-pasar (liberalisasi dan prifatisasi) kea rah pro-rakyat (realokasi dan kemitraan). Perubahan paradigma demokrasi liberal ke demokrasi ekonomi. dari demokrasi yang memiskinkan ke demokrasi yang menyejahterakan. Dari ekonomi “berkelian” yang utopis ke ekonomi pemerataan yang realistis. Sebab, dalam demokrasi ekonomi, terdapat paling sedikit dua prasyarat pokok yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi rakyat. Pertama,adalah tujuannya yaitu kemakmuran seluruh rakyat. Ini yang membedakannya dengan tujuan ekonomi kapitalis yang mementingkan keuntungan kelas elit dan menggunakan pendekatan teori “menetes” bukan merata. Kedua, adalah perlunya keterlibatan dan partisipasi rakyat banyak baik dalam proses produksi maupun dalam menikmati hasil-hasilnya. Inilah ciri khas demokrasi  ekonomi sebagai tujuan suci demokrasi Pancasila.
Kedua prasyarat pokok tersebut menentukan sifat dari alokasi sumber daya. Sifat pertama adalah adanya suatu mekanisme untuk mempertinggi kemakuran. Kedua, adalah adanya suatu mekanisme agar penguasaan factor produksi lebih tersebar kepada seluruh rakyat. Dua hal inilah yang menentukan derajat pendemokrasian ekonomi (dalam hal ini demokrasi yang memihak rakyat banyak)
Di atas segalanya, demokratisasi ekonomi yang pro-rakyat akan terimplementasikan dengan baik jika dilakukan dengan rangkaian strategi tersebut, antara lain meliputi: 1. Strategi pemasaran lewat distribusi demokratis; 2. Strategi relokasi asset guna memperkuat basis ekonomi rakyat; 3. Strategi penciptaan sistem kemitraan usaha dalam memasuki persaingan pasar; 4. Strategi cinta produk dalam negri dan penggunaannya sehari-hari.

Rabu, 16 Mei 2012

Perpustakaan Digital Bukan Sekedar Koleksi Digital !


Beberapa istilah digunakan untuk mengungkapkan konsep perpustakaan digital seperti perpustakan elektronik, perpustakaan maya, perpustakaan hyper, dan perpustakaan tanpa dinding. Pada dasarnya, perpustakaan digital itu sama saja dengan perpustakaan biasa, hanya saja memakai prosedur kerja berbasis komputer dan sumber informasinya digital.

Jaringan informasi semacam internet memberikan kesempatan luas untuk mengakses lembaga yang menyediakan informasi. Jaringan ini berfungsi sebagai perpustakaan yang dinamakan perpustakaan tanpa dinding.

Perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak. Koleksi menekankan pada isi informasi, jenisnya dari dokumen tradisional sampai hasil penelusuran. Perpustakaan ini melayani mesin, manajer informasi, dan pemakai informasi. Semuanya ini demi mendukung manajemen koleksi, menyimpan, pelayanan bantuan penelusuran informasi.

Embrio perpustakaan digital di Indonesia adalah eksperimen sekelompok hobbyist di Perpustakaan Pusat Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka memprakarsai Jaringan Perpustakaan Digital Indonesia bekerja sama dengan Computer Network Research Group (CNRG) dan Knowledge Management Research Group (KMRG). Proyek ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menumbuhkan semangat berbagi pengetahuan antarpendidikan tinggi dan lembaga penelitian melalui pengembangan jaringan nasional perpustakaan. Proyek kecil ini kemudian mendapat sambutan positif dari berbagai pihak sehingga marak.