Jumat, 27 April 2012

RESENSI FILM Ada Apa Dengan Cinta

Judul              : Ada Apa Dengan Cinta
Pemain           : Dian Sastrowardoyo
                          Nicholas Saputra

                       

            Bertemakan cinta di masa-masa SMA, Ada Apa dengan Cinta menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya yang rutin diadakan tiap tahun. Cerita berawal dari Alya (Ladya Cherill) yang tubuhnya memar karena kerap dipukuli sang ayah yang kerap cek-cok dengan ibunya. Alya adalah sahabat karib Cinta dengan teman-temannya yang lain. Seperti Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).
            Di sekolah, juara lomba puisi tahun ini akan diumumkan. Seluruh siswa yakin Cinta yang akan menjadi juara. Namun justru pemenangnya tahun ini adalah Rangga (Nicholas Saputra). Karena Cinta dan teman-temannya adalah pengurus mading sekolah, ia akan mewawancarai Rangga. Namun Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin". Saat Cinta berbicara dengan Rangga, ia melihat buku yang dipegang Rangga (buku AKU karya Syumandjaya). Lalu Cinta memberinya surat dan membuat Rangga emosi. Dan tanpa disengaja bukunya terjatuh. Cinta segera memungutnya. Dan membawa pulang buku itu untuk dibaca.
            Cinta mengembalikan buku tersebut saat Rangga kebingungan mencarinya. Rangga pun berterima kasih pada Cinta. Semenjak itu mereka menjadi dekat. Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. Saat di Kwitang, Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya. Ia pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser.
            Suatu hari  saat jam istirahat rangga dan cinta bertemu di perpustakaan sekolah. Rangga seorang pendiam yang  kaku bias berubah derastis menjadi seorang yang lembut namun pendiam setelah bertemu dengan cinta. Merekapun berbincang-bincang di dekat pintu perpustakaaan dan saling memandang satu sama lain. Dari situlah perasaan mereka tumbuh dan cinta pun menyukai rangga dan sebaliknya.
            Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit. Akhirnya Cinta pergi bersama Rangga. Di sana Cinta menyanyikan lagu yang dibuat dari puisi Rangga. Saat Cinta pulang, mama Cinta akan pergi menjenguk Alya di rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Cinta menjadi sangat menyesal.
            Keesokan harinya, Rangga menyapa Cinta. Namun Cinta justru berkata ketus agar Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga pun sepakat bahwa ia akan menjauh dari Cinta. Saat di rumah sakit Cinta berterus-terang pada Alya bahwa ia berbohong dan Alya pun tahu bahwa Cinta kencan dengan Rangga. Cinta tidak tahu bahwa saat ia berkata jujur, teman-temannya yang lain ada dibelakangnya. Cinta juga meminta maaf kepada teman-temennya yang lain.
            Rangga yang saat itu akan berencana pindah sekolah ke Amerika Serikat, mencoba menelepon Cinta untuk berpamitan. Namun Cinta justru tetap menjauh dari Rangga. Carmen yang saat itu sedang latihan basket melihat Rangga berpamitan pada Pak Wardiman, sang penjaga sekolah. Ia pun segera memberitahukan teman-temannya.
            Cinta yang menyadari cinta sejatinya itu, segera menyusul ke bandara. Namun mobil Milly terjepit mobil lain. Mereka meminjam mobil Mamet (Dennis Adhiswara). Di sana Cinta bertemu dengan Rangga. Ia meminta Rangga untuk membatalkan niatnya sekolah di luar negeri. Namun Rangga tetap pergi meninggalkan Cinta-nya. Ia memberi Cinta buku yang pada halaman terakhirnya terdapat puisi Rangga yang berjudul "Ada Apa dengan Cinta?". Rangga berjanji akan kembali di saat bulan purnama tiba.

PENDAPAT SAYA
            Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) adalah film yang mempunyai cerita tentang percintaan dua anak manusia yang keduanya memiliki kegemaran yang sama yaitu “Membaca Puisi”. Selain itu mereka juga gemar membaca buku kususnya buku  “AKU karya Syumandjaya”. Watak yang dimiliki keduanya sangat berbeda, Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin" sedangkan Cinta keras dan tomboy.           
            Dalam film AADC tergambarkan sebuah perpustakaan sekolah yang sangat bagus, di dalam perpustakaan tertata berbagai buku dengan rak-rak yang besar, buku yang di sediakan pun sangat layak digunakan, 
            Dalam film tersebut terlihat secara jelas BELUM menggunakan Digital library karna rangga berbincang dengan pemustaka tentang hal tersebut. Digital Library yang menjanjikan pengguna mengakses sumber-sumber informasi elektronik. Pengguna tidak lagi terpancang pada jam pelayanan perpustakaan dan tidak perlu lagi harus datang ke perpustakaan untuk akses informasi.
            Dengan digital library, peran pustakawan akan bergeser dari suatu penekanan menghimpun, mengolah, memelihara, menyimpan dan melayankan informasi ke suatu penekanan mengajar, memberikan konsultasi, meneliti, memelihara akses informasi yang demokratis, dan bekerjasama dengan ahli komputer dan ilmuwan dalam mendisain dan memelihara sistem akses informasi.
            Dapat dikatakan pada waktu itu film tersebut masih memberikan perpustakaan yang masih tradisional, namun penataan ruangannya saja yang sudah baik dan tertata sehingga terlihat sempurna, namun dalam akses yang lebih canggih perpustakaan ini belum mengalami kemajuan yang pesat.
            Namun dalam film tersebut ada satu kekurangan yang membuat banyak pengguna perpustakaan enggan mengunjungi perpustakaan karna pelayan perpustakaan atau pemustaka bersikap tidak sopan, dan ketus
            Seorang pustakawan harusnya mempunyai sikap yang ramah tamah, mampu memberikan layanan kepada pengguna dengan sebaik mungkin, karna dapat tercapainya menjadi perpustakaan yang baik factor pemberian pelayanan juga harus dapat berjalan dengan baik.


1 komentar:

  1. Koreksi dikit mbak....
    petugas perpustakaan dikenal dengan istilah Pustakawan, kalau "pemustaka" itu adalah istilah untuk pengguna perpustakaan atau user.

    BalasHapus